Pemeriksaanfisik Ada 4teknik dalam pemeriksaan fisik yaitu : 1. Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan.Cahayayangadekuatdiperlukanagarperawatdapatmembedakan warna, bentuk dan kebersihan tubuh klien.
mengintegrasikankonsep imunologi dasar dan peran sistem imun tubuh dan respon imun tubuh dalam menyelesaikan masalah HIS-Tc.4-T1 HIS-Tc.4-T2 3 x 50 menit 3 x 50 menit Kasus 5 Menjaring kemampuan mahasiswa mengintegraskan konsep imunogenesis. imunolog dasar, dan terjadinya reaksi autoimmune dalam menyelesakan masalah HIS-Tc.5-T1 HIS-Tc.5-T2 3 x
menjagasistem imun dengan konsumsi gizi seimbang juga konsumsi tinggi vitamin dan mineral perbanyak minum air putih hematologi lengkap dan immunoglobulin, leukosit dll radiologis. PEMERIKSAAN FISIK TORAKS Inpeksi ā¢Bagian yang sakit tertinggal dalam pernafasan Palpasi ā¢Fremitus meningkat Perkusi ā¢redup/pekak auskultasi
PemeriksaanFisik Perawat melakukan pengkajian dengan teknik inspeksi, auskultasi, palpasi dan perkusi untuk mengidentifikasi apakah terdapat tanda dan gejala sebagai berikut : 2.1.1. Kulit.
SISTEMIMUN HEMATOLOGI. Classic. Klasik; Kartu Lipat kehilangan pendengaran dengan efek nyeri yang berhubungan dengan mielopati, meningitis, sitomegalovirus dan reaksi-reaksi obat. F.Pemeriksaan Penunjang 1.Tes untuk diagnosa infeksi HIV : a.ELISA (positif; hasil tes yang positif dipastikan dengan western blot) b.Western blot
situs dewasa yang diblokir oleh kementerian komunikasi dan informatika.
0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesCopyrightĀ© Ā© All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesPemeriksaan Fisik Sistem Imun Hematologi PEMERIKSAAN FISIK SISTEM IMUN HEMATOLOGI BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-kelainan dari suatu sistim atau suatu organ tubuh dengan cara melihat inspeksi, meraba palpasi, mengetuk perkusi dan mendengarkan auskultasi. Raylene M Rospond,200ī! "er $. %yra&ati,200ī.Pemeriksaan fisik adalah metode pengumpulan data yang sistematik dengan memakai indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan rasa untuk mendeteksi masalah kesehatan klien.'ntuk pemeriksaan fisik pera&at menggunakan teknik inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi īraīen * +irnle, 2000! Potter * Perry, īīīī! ī
o/ier et al., īīīī.Pemeriksaan fisik dalam kepera&atan digunakan untuk mendapatkan data obektif dari ri&ayat kepera&atan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan &a& pengkaian fisik kepera&atanadalah pada kemampuan fungsional , klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka pera&at mengkai apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atautidak. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas adapun masalah yang dapat kami kaji dalam makalah iniyaitu ī. īpa yang dimaksud dengan pengkaian fisik32. 4agaimana pengkaian umum sistem hematologi35. 4agaimana pengkaian fisik36. 4agaimana pendekatan pengkaian fisik3ī. 4agaimana pengkaian sistem kekebalan tubuh7. īpa saa pemeriksaan penunang untuk sistem imun hematologi3 C. Tujuan Dalam pembuatan makalah ini, adapun tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu ī. 'ntuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengkaian 'ntuk mengetahui bagaimana pengkaian umum sistem 'ntuk mengetahui bagaimana pengkaian 'ntuk mengetahui bagaimana pendekatan pengkaian fisik.ī. 'ntuk mengetahui bagaimana pengkaian sistem kekebalan tubuh7. 'ntuk mengetahui apa saa pemeriksaan penunang untuk sistem imun hematologi. D. Manfaat Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini semoga makalah ini bisa membantu mahasiswauntuk lebih mengetahui tentang pengkajian fisik pada sistem imun hematologi dan menambahwawasan pengetahuan mahasiswa tentang bagaimana pengkajian pada sistem imun hematologi. BAB IIPEMBAHASANA. Defīnīsī ī. Pemeriksaan fisik merupakan peninauan dari uung rambut sampai uung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi obektif tentang klien dan memungkinkan pera&at untuk mebuat penilaian klinis. ī
eakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut.Potter dan Perry, 200ī.2. Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu, untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif, memastikan8membuktikan hasil anamnesa, menentukan masalah dan merencanakan tindakan kepera&atan yang tepat bagi klien. $e&i 9artika, 20ī0 B. Pengkajīan Umum Sīstem Hemat!l!gī Pengkaian fisik adalah keterampilan paling esensial yang memerlukan banyak latihan dalam melakukannya. "uuan melakukan pengkaian fisik adalah untuk mengembangkan pemahaman tentang masalah medis pasien dan membuat diagnosis banding. Pengkaian pada klien dengan gangguan hematologi perlu dilakukan dengan teliti, sistematis, serta memahami dengan baik fisiologis dari setiap organ system hematologi. +al ini perlu dilakukan agar kemungkinan adanya kesulitan dikarenakan gambaran klinis atau tanda serta geala yang hampir sama antara gangguan hematologi primer dan sekunder dapat diminimalkan.nformasi dilakukan baik dari klien maupun keluarga tentang ri&ayat penyakit dan kesehatan dapat dilakukan dengan anamnesis ataupun pemeriksaan fisik. īgar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah, sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan identitas klien, keluhan utama, ri&ayat kesehatan, keadaan fisik, psikologis, sosial, spiritual, intelegensi, hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data kepera&atan pada tahap pengkaian adalah &a&ancara interview, pengamatan observasi, dan pemeriksaan fisik pshysical assessment. dan studi dokumentasi. ". a$an%ara 4iasa uga disebut dengan anamnesa adalah menanyakan atau tanya a&ab yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. $alam berkomunikasi ini pera&at mengaak klien dan keluarga untuk bertukar pikiran dan perasaannya yang diistilahkan teknik komunikasi terapeutik. Ma%am $a$an%ara a. Aut! anamnesa yaitu &a&ancara dengan klien langsung b. All! anamnesa yaitu &a&ancara dengan keluarga 8 orang terdekat. Teknīk Pengum&ulan Data 'ang urang Efektīf a. Pertanyaan tertutup ; tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat 8 keluhan 8 respon. misalnya ; c. Menyelidiki ; mengaukan pertanyaan yang terus-menerusd. Menyetuui 8 tidak menyetuui. Menyebutkan secara tidak langsung bah&a klien benar atau salah. Misalnya ; *. +,ser-asī "ahap kedua dalam pengumpulan data adalah pengamatan, dan pada praktiknya kita lebihsering menyebutnya dengan obserīasi. ?bserīasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan kepera&atan klien. "uuan dari obserīasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra. īontoh kegiatan obserīasi misalnya ; terlihat adanya kelainan fisik, adanya perdarahan, ada bagian tubuh yang terbakar, bau alkohol, urin, feses, tekanan darah, heart rate, batuk, menangis, ekspresi nyeri, dan lain-lain. ī. Pemerīksaan /īsīk "ahap ketiga dalam pengumpulan data adalah pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dalamkepera&atan digunakan untuk mendapatkan data obektif dari ri&ayat kepera&atan klien. Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan &a&ancara. 1okus pengkaian fisik kepera&atan adalah pada kemampuan fungsional klien. Misalnya , klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka pera&at mengkai apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atau tidak."uuan dari pemeriksaan fisik dalam kepera&atan adalah untuk menentukan status kesehatan klien, mengidentifikasi masalah klien dan mengambil data dasar untuk menentukanrencana tindakan kepera&atan.īda 6 teknik dalam pemeriksaan fisik yaitu ; a. Ins&eksī nspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. īahaya yang adekuat diperlukan agar pera&at dapat membedakan &arna, bentuk dan kebersihan tubuh klien. 1okus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi ; ukuran tu,uh0 $arna0 ,entuk0 &!sīsī0 sīmetrīs . $an perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. īontoh ; mata kuning ikterus, terdapat struma di leher, kulit kebiruan sianosis, dan lain-lain. ,. Pal&asī Palpasi adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba. "angan dan ari-ari adalahinstrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data, misalnya tentang ; temperatur, turgor, bentuk, kelembaban, īibrasi, ukuran. Langkah1langkah 2ang &erlu 3ī&erhatīkan selama &al&asī ī īiptakan lingkungan yang nyaman dan "angan pera&at harus dalam keadaan hangat dan kering5 ī
uku ari pera&at harus dipotong 9emua bagian yang nyeri dipalpasi paling ; adanya tumor, oedema, krepitasi patah tulang, dan lain-lain. %. Perkusī Perkusi adalah pemeriksaan dengan alan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya kiri kanan dengan tuuan menghasilkansuara. Perkusi bertuuan untuk mengidentifikasi lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi aringan. Pera&at menggunakan kedua tangannya sebagai alat untuk menghasilkan suara. A3a&un suara1suara 2ang 3ījum&aī &a3a &erkusī adalah ;ī S!n!r ; suara perkusi aringan yang Re3u& ; suara perkusi aringan yang lebih padat, misalnya di daerah paru-paru pada pneumonia.
AIKIGIM PNANUFK\IIO BF\FK \F\SNA FA^ODGDHF & MNAISDGDHF Dgnm 9. KICNK AIMNOCUI ODRFSI UIMIV^9>.2 5. KDAIOH VDHF LIMVIOF9>.8 .= 3. AICN \UF DKSFIUF9>.6 >. F AICN SNH^M XFUI SIOIVI9>.< PUDHUIA \S^CF KM^\^\ FGA^ KNPNUIXISIO\NKDGIM SFOHHF FGA^ KN\NMISIO XFUI ANCFKI PPOF EIGFSIM^O 5092 KISI PNOHIOSIU Pujf syukur kiaf ulipkio knmicfrit Iggim \XS yioh tngim anaenrfkiorimait snrti mfciyim knpici kfti snaui, snmfohhi enrkit Kiruofi-Oyi pnougfscipit anoyngnsifkio aikigim tnotioh āAikigim pnanrfksiio bfsfk sfstnafauodgdhf cio mnaitdgdhfā uotuk ananoumf tuhis \fstna Fauodgdhf fof cfsusuo cnohio miripio ihir tfip aimisfswi aiapu enrbfkfr krftfs, risfdoig, cio krnitfb cigia anoiohhipf aisigim-aisigim yioh tfaeug cftnohim aisyirikit cio efsi enrpirtfsfpisf snliri iktfb. Cigia pnoyusuoioaikigim fof kiaf tfcik guput cirf enreihif pfmik yioh tnrkift. 9Cdsno pnaefaefoh aiti kugfim 5Snaio tnaio snkngis kiaf yioh tngim anaeiotu cio anocukuohkiaf snmfohhi kiaf cipit anoyngnsifkio tuhis aikigim fof cnohiotnpit fof aisfm jium cirf knsnapuroiio, kiaf anohmiripkio sirio ciokrftfk cirf pnaeili yioh enrsfbit anaeiohuo snmfohhi kiaf cipitanoynapuroikio aikigim fof. \nadhi aikigim fof enraiobiit eihf knmfcupiocio cigia prdsns Jiouirf 5098Pnoyusuo CIBSIU F\F KISI PNOHIOSIU ....................................................................................f CIBSIU F\F ..................................................................................................ff EIE F PNOCIM^G^IO Engikioh ....................................................................................... EIE FF SFOJI^IO SNDUF I Cnbfofsf.....................................................................................................E. Pnanrfksiio bfsfk snliri uaua fauodgdhf cio mnaitdgdhf................... bfsfk fauo & mnaitdgdhf.................................................... Mnic td tdn.........................................................................5. pemeriksaan fisik sistem imun dan hematologi